Skip to main content

Konservasi Sumberdaya Alam

Sumber : Baso, Ari >

Keputusan konservasi merupakan kegiatan mempertimbangkan  penggunaan sumberdaya alam antara penggunaan saat ini dan  penggunaan pada masa yang akan datang.

Konservasi dimaksudkan sebagai penggunaan yang bijaksana  sepanjang waktu. Hal ini berbeda-beda bagi masing-masing tipe  sumberdaya.

Untuk sumberdaya yang tak pulih (exhaustible resources),  konservasi dimaksudkan agar dapat mengembangkan. Penggunaan sumberdaya itu untuk memenuhi kebutuhan dalam angka waktu yang  lebih lama, misalnya untuk mengurangi tingkat konsumsi, atau  menggunakan teknologi baru yang menghemat penggunaan sumberdaya  alam seperti beralihnya penggunaan dari minyak ke energi surya.

Bagi sumberdaya alam yang dapat diper-baharui (renewable resources),  dimaksudkan untuk mengurangi pemborosan baik yang bersifat ekonomi  maupun sosial, dan sekaligus memaksimumkan penggunaan secara  ekonomis.

Untuk sumberdaya biologis, konservasi dimaksudkan sebagai  penggunaan yang meng-hasilkan penerimaan bersih yang maksimum,  dan sekaligus dapat memperbaiki kapasitas produksinya. Apabila kita berusaha menentukan tingkat optimum penggunaan  sumberdaya alam, maka masalah-masalah penting akan timbul untuk  masing-masing jenis sumberdaya itu.

Perencana harus melakukan pilihan antara pengambilan sumberdaya pada waktu sekarang atau sumberdaya disimpan dahulu  untuk penggunaan di masa yang akan datang. .

Setiap pengelola sumberdaya alam yang tak dapat diperbaharui  (exhaustible resources) pasti mengetahui bahwa sumberdaya alam yang  ada di bawah kekuasaannya tidak akan selamanya berada dalam jumlah  yang cukup banyak, sehingga pengambilan sumberdaya alam ini tidak  akan memberikan penawaran yang cukup.

Oleh karena itu harus  dipikirkan agar dengan sumberdaya alam yang terbatas itu dapat  diciptakan kegunaan yarig tinggi. Perencanaan untuk pengambilan yang  lebih awal memang lebih mudah dan biaya peng-ambilannya tidak terlalu  tinggi.

Yang menjadi masalah ialah bagaimana memaksimumkan nilai  sekarang (present value) sesuai dengan skala dan waktu yang optimum. 

Yang diharapkan oleh pengelola dalam menentukan skala waktu yang  optimum ialah bahwa skala pengambilan sumberdaya tersebut akan dapat  mendatangkan keuntungan yang maksimum dan dalam waktu yang  selama mungkin. 

Konservasi dan penggunaan sumberdaya biologis secara bijaksana  ditujukan untuk pelaksanaan pengaturan yang memaksimumkan  penerimaan bersih pengelola, yaitu bahwa dalam waktu yang bersamaan  dapat memelihara dan memperbaiki kapasitas sumberdaya tersebut untuk  masa mendatang.

Masalah ekonomi yang perlu  diperhatikan di sini adalah Waktu yang optimum bagi pelaksanaan  usahanya. Oleh karenanya perlu diperhatikan tingkat diskonto yang akan  dipakai untuk menghitung nilai sekarang dari investasi dalam bidang  sumberdaya alam. Tingkat diskonto yang rendah akan menghasilkan nilai  sekarang yang tinggi. 

Konservasi sumberdaya tanah merupakan suatu sistem peng gunaan dan pengolahan tanah yang udidasarkan atas pembawaan atau  keadaan tanah itu sendiri, yang meliputi penerapan cara-cara atau praktik-praktik terbaik yang diketahui yang ditujukan untuk memperoleh produksi  tertinggi tanpa merusak tanah yang bersang-kutan.

Oleh karena itu  konservasi tanah lebih diartikan sebagai penggunaan tanah yang tepat,  melindungi tanah dari erosi, memperbaiki tanah yang buruk mutunya,  melindungi kelembaban untuk kebutuhan tanaman, kombinasi pertanian  kering dan pengairan sesuai dengan kebutuhan, yang semuanya  dimaksudkan untuk mendapatkan nilai maksimum. Dengan definisi yang  luas ini, maka konservasi tanah hendaknya merupakan suatu alat untuk  penataan penggunaan tanah yang baik. Pengelola selamanya dapat  memilih di antara berbagai alternatif praktik pengaturan. 

Beberapa Masalah Konsevasi

Ada tiga pertanyaan yang perlu dipertimbangkan dalam mengadakan konservasi sumberdaya alam yaitu: 

    1.Apakah konservasi itu akan menguntungkan.

    Pertanyaan ini  penting bagi pengusaha. Sebagai warga negara yang baik ia hams  menyetujui prinsip-prinsip konservasi dan menyokong tujuan konservasi  pada umumnya.

    Sebagai pengusaha ia akan selalu memperhitungkan  untung dan ruginya. la akan bersedia menanam modal hanya bila yakin  bahwa ia akan mendapatkan keuntungan dari hasil investasinya itu. 

    Pengalaman menunjukkan bahwa investasi itu akan benar-benar  menguntungkan bila unsur waktu benar-benar diperhitungkan. Namun  sering terjadi pula konservasi sumberdaya alam tidak menguntungkan si  pengelola, dan bahkan tidak diinginkan oleh masyarakat.

    Menguntungkan  atau tidaknya konservasi sumberdaya alam tergantung pada beberapa  faktor berikut: 

    1. Jangka waktu yang direncanakan seorang pengelola.
    2. Aspek-aspek investasi dari konservasi.
    3. Kemampuan pelaksana dalam memilih altematif cara konservasi.
    4. Adanya dampak konservasi sumberdaya tertentu terhadap konservasi  sumberdaya lain. 

    2. Hasrat masyarakat untuk konservasi

    Terdapat perbedaan  antara hasrat masyarakat dan hasrat perorangan dalam konservasi. Pada  umumnya pengelola pribadi menginginkan derajat preferensi waktu (time  preference rate) yang tinggi dan pendek dalam jangka waktunya.  Sebaliknya, masyarakat menghendaki adanya derajat preferensi waktu  yang panjang jangka waktunya dan tingkat diskonto yang lebih rendah.  Hal ini karena masyarakat atau publik menginginkan kesejahteraan bagi  generasi yang akan datang. 

    3. Penanggulangan hambatan konservasi.

    Dalam pelaksanaan  konservasi sering ditemui hambatan-hambatan yang dapat kita bedakan  menjadi hambatan-hambatan fisik, hambatan-hambatan ekonomi,  hambatan-hambatan kelembagaan dan hambatan-hambatan teknologi. 

    Alokasi Sumberdaya Alam Antar Waktu

    Sesungguhnya konservasi berhubungan dengan alokasi  sumberdaya alam antar waktu. Tidak ada alasan untuk menganggap  bahwa alokasi sumberdaya alam yang efisien antar waktu akan menjamin  adanya keadilan antar generasi dalam hal alokasi sumberdaya alam.

    Ada  beberapa permasalahan dalam hal pengambilan keputusan untuk  mengalokasikan sumberdaya alam antar waktu karena sangat lamanya  periode waktu perencanaan, adanya risiko dan ketidakpastian, serta tidak  dapat dikembalikannya kepada bentuk asal suatu jenis sumberdaya. 

    1. Periode waktu perencanaan yang sangat panjang 
    2. Risiko dan ketidakpastian 
    3. Tidak dapat dikembalikan ke bentuk semula (irreversibility)