Skip to main content

Konservasi & Deplesi

Sumber : Baso, Ari >

Konservasi

suatu tindakan untuk mencegah pengurasan sumberdaya alam dengan cara  pengambilan yang tidak berlebihan sehingga dalam jangka panjang  sumberdaya alam tetap tersedia.

Konservasi dapat juga diartikan  menjaga kelestarian sumberdaya alam demi kelangsungan hidup  manusia. 

Beberapa tindakan konservasi >> :

 Melakukan perencanaan terhadap pengambilan sumberdaya  alam, yaitu pengambilan secara terbatas.

Mengusahakan eksploitasi sumberdaya alam secara efisien.

Mengembangkan sumberdaya alternatif atau mencari  sumberdaya pengganti.

Menggunakan unsur-unsur teknologi yang sesuai dalam  mengeksploitasi sumberdaya alam agar dapat menghemat  penggunaan sumberdaya.

Mengurangi, membatasi, dan mengatasi pencemaran  lingkungan.


Deplesi

Deplesi (berasal dari kata “depletion”) >> sebagai suatu cara pengambilan sumberaya alam secara besar besaran, yanh biasanya demi memenuhi kebutuhan akan bahan  mentah.

Dalam pelaksanaannya cendrung mengarah ke arah  pengurasan isi alam sehingga terasa kurang adanya penghargaan  terhadap sumberdaya yang ada.

Sehingga deplesi dapat diartikan  sebagai perubahan distribusi antar waktu dalam tingkat  penggunaan ke masa sekarang, sedangkan konservasi  menunjukkan perubahan distribusi antar waktu dalam tingkat  penggunaan ke masa yang akan datang.

Adapun persediaan atau cadangan (reserve atau stock)  sumberdaya alam merupakan sumberdaya alam yang sudah diketahui dan terbukti (identified and proven) dan bernilai ekonomis.  

Sumberdaya alam itu baru diketahui persediaannya setelah  menjadi kepentingan manusia.

Cadangan sumberdaya akan  meningkat bila terjadi penemuan baru (discovery), peningkatan  cadangan yang telah terbukti (extension) dan revisi (revison)  cadangan sebagai akibat kebutuhan informasi mengenai kondisi  pasar dan teknologi baru.


Pesimisme dan Optimisme terhadap Sumberdaya Alam 

Pandangan yang mengemuka terhadap sumberdaya alam >>

pesimisme yang mengatakan bahwa sumberdaya alam itu terbatas  adanya, sehingga apabila terus-menerus diambil/diolah maka  persediaan makin lama akan semakin berkurang dan sampai pada  saatnya nanti pasti akan habis.

Pemikiran yang pesimisme ini sudah  diawali oleh tokoh-tokoh ekonomi terkenal seperti Adam Smith dan  David Ricardo.
Para kaum Pesimisme ini mengusulkan beberapa  pemikiran bahwa dengan semakin meningkatnya kemajuan teknologi  akan mendorong pertumbuhan ekonomi semakin pesat lagi,  sehingga dengan adanya peringatan dari kelompok Roma tersebut  manusia harus dapat menentukan batas pertumbuhan ekonomi  sendiri, yang pada gilirannya tentu akan membatasi tingkat  pengambilan sumberdaya alam.


Sementara kelompok optimisme yang berpendapat bahwa sumberdaya alam itu tersedia dan tidak  akan pernah habis, lebih-lebih untuk sumberdaya alam yang dapat  diperbaharui. Lebih lanjut dikatakan bahwa perkembangan teknologi  tidak menguras sumberdaya alam, namun sesungguhnya justru  cenderung mengurangi pengurasan sumberdaya alam.


Konservasi dan Investasi

Konservasi dan deplesi sebagaimana telah kita ketahui menunjukkan perubahan fisik dalam distribusi waktu tingkat  penggunaan sumberdaya alam.

Sedangkan investasi dan disinvestasi  tidak ada kaitannya dengan distribusi waktu tingkat penggunaan  sumberdaya alam.

Investasi dan disinvestasi berkaitan dengan perubahan nilai barang modal seseorang, perusahaan ataupun masyarakat secara keseluruhan sebagai akibat dari perubahan dalam  tingkat pendapatan maupun tingkat konsumsi yang bersangkutan, dan bukan berhubungan dengan perubahan fisik penggunaan sumberdaya  alam milik seseorang.  

Penurunan nilai atau harga suatu barang sumberdaya alam tertentu dapat cendrung menyebabkan terjadinya suatu disinvestasi, dan selanjutnya justru akan terjadi konservasi dalam rencana  pemanfaatan sumberdaya alam. Sebaliknya suatu kenaikan harga barang sumberdaya alam dapat berakibat mendorong investasi dan  selanjutnya mengakibatkan adanya deplesi sumberdaya alam


Penggunaan Lestari sebagai Tujuan Ekonomi 

Penggunaan sumberdaya alam secara maksimum dan lestari  kadang-kadang dianggap sebagai suatu tujuan dalam usaha konservasi sumberdaya alam oleh swasta maupun oleh pemerintah.  

Tetapi konsep penggunaan sumberdaya alam yang lestari dan maksimum itu berlaku, misalnya untuk sumberdaya ikan, hanya  dibawah tiga asumsi sebagai berikut :

  1. Harus ada panen maksimum yang dapat dilaksanakan secara  periodik tanpa mempengaruhi pertumbuhan alami.

  2. Tindakan ekonomis untuk meningkatkan atau menstabilkan  pertumbuhan alamiah beserta pemanenannya dengan cara-cara tertentu, misalnya dengan menggunakan perbaikan lingkungan hidup, pemberian makan, penyebaran serangga (predator) untuk  memakan serangga lain.

  3. Biaya untuk panen dan permintaan terhadap produk tidak ekonomis  sifatnya bila dilaksanakan di bawah jumlah panenan maksimum  menurut kondisi alam.


Standar Minimum yang Aman untuk Konservasi

Standar minimum yang aman untuk konservasi dapat dicapai  dengan menghindari daerah kritis (critical zone), yaitu kondisi fisik yang kerana ulah manusia akan berakibat tidak ekonomis untuk  menghentikan atau membalik tindakan deplesi.

Atau dengan kata lain daerah kritis ini dirumuskan sebagai tingkatan di bawah mana suatu  penurunan dalam aliran tidak dapat lagi dikembalikan secara  ekonomis atas dasar kondisi yang bisa dimengerti sekarang ini.

Suatu  standar mimimun yang aman sesungguhnya merupakan :

suatu peningkatan fleksibiltas dalam melanjutkan pembangunan dalam  masyarakat. Lebih praktis dapat dikatakan bahwa mendifinisikan  standar minimum yang aman sebagai suatu tindakan konservasi yang  dirancang untuk menghindari daerah kritis.

Manfaat dari penentuan standar minimum yang aman itu adalah  adanya tingkat adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lokal serta  adanya kemudahan dalam pemahaman bagi para pemakai  sumberdaya alam; sayangnya tidak begitu mudah menentukan  derajad adanya daerah kritis bagi suatu sumberdaya tertentu.  

Selanjutnya pelaksanaan dari standar minimum yang aman harus  dilaksanakan dengan biaya sosial yang seminimal mungkin.