Skip to main content

Manajemen Produksi Usaha Desain Grafis

Sumber : kemenparekraf >

Alur Kerja

Proses Kreatif

Proses kreatif ini dimulai dari brief yang diterima AE/direksi dari klien yang kemudian desainer mencoba membuat draf desain. Pada proses ini, kebutuhan atau permasalahan klien akan diidentifikasi dan dilakukan analisis untuk ditemukan solusi berbentuk desain. Hasil akhir dari proses ini adalah konsep atau sketsa desain. Pelaku dalam proses ini adalah desainer grafis / komunikasi visual yang mengidentifikasi dan mengeksplorasi solusi desain yang sesuai. Proses kreatif mencakup aktivitas sebagai berikut:

image-1631135892297.png

Hasil akhir dari proses ini adalah concept art atau draf desain yang biasanya berupa sketsa di kertas maupun sketsa elektronik/digital yang menggambarkan konsep secara keseluruhan dan belum terlalu mendetail.

Proses Presentasi Desain

Setelah draf beserta konsep selesai dibuat, desainer dan AE/Direksi bertemu dengan klien untuk mempresentasikan atau memberikan persuasi rancangan melalui pitching. Konsep tersebut harus sesuai dengan brief awal dan dapat menjawab permasalahan yang ada. Dengan cara penyampaian pesan, seni, komunikasi yang baik akan mengurangi jumlah revisi dalam desain.

image-1631135929262.png

Proses Penempatan Karya

Pada tahap ini, sketsa atau rancangan yang dihasilkan dari proses sebelumnya kemudian direalisasikan ke dalam bentuk sebenarnya. Bentuk tersebut dapat berupa cetakan di atas kertas maupun digital untuk ditampilkan di komputer. Bentuk digital memperbanyak pilihan visual, yaitu statis seperti poster dan dinamis seperti video. Proses ini sekarang sudah didukung dengan adanya teknologi informasi yang membantu pengiriman file desain kepada percetakan untuk desain pada media cetak.

Proses Produksi

Pada tahap ini, dilakukan finalisasi konsep desain yang akan diproduksi. Selain itu, dilakukan kerja sama dengan pihak-pihak yang dapat membantu kelancaran produksi. Pihak-pihak tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

  • Percetakan, yaitu seseorang yang terlibat dalam pembuatan materi cetak. Aktor ini terlibat dalam proses pencetakan materi desain yang telah ada. Agar hasil desain maksimal, hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah jenis-jenis kertas, tinta, dan warna.

  • Fotografer, yaitu seseorang yang memiliki kompetensi dalam bidang fotografi.

  • Videografer, yaitu seseorang yang memiliki kompetensi dalam bidang video.

  • Animator, yaitu seseorang yang memiliki kompetensi dalam membuat animasi.

  • Motion graphic artist, yaitu seseorang yang memiliki kompetensi dalam membuat motion graphic.

Pasca Produksi

Tahap ini merupakan penyuntingan akhir dari karya desain yang dihasilkan. Selain itu, dilakukan kendali kualitas materi agar sesuai dengan rancangan yang telah ditentukan sebelumnya. Contoh kualitas yang harus dijaga antara lain adalah kualitas warna, kualitas cetak, kualitas gambar, hingga ketersampaian pesan. Hasil produksi kemudian dikirimkan ke percetakan atau penerbitan (untuk materi cetak), ataupun dikirimkan ke media elektronik seperti televisi, radio, dan situs web.

Secara umum, desainer grafis / komunikasi visual sudah mengetahui dasar-dasar percetakan, fotografi, videografi, dan multimedia sehingga proses produksi dapat dilakukan oleh desainer grafis itu sendiri tanpa

melibatkan pihak ketiga. Namun, hal tersebut masih tergantung kepada keahlian khusus dan minat dari sang desainer

Bagan Proses Produksi Usaha Desain Grafis / Desain Komunikasi Visual

image-1631136091387.png


Pengendalian Mutu dan Pengembangan Usaha

Pengendalian Mutu

Pengendalian mutu di dalam usaha Desain Grafis / Desain Komunikasi Visual didasarkan pada Kontrak Kerja yang sudah disepakati oleh klien dan pelaku usaha Desain Grafis / Desain Komunikasi Visual.

Pengendalian Mutu Usaha Desain Grafis

No.

Pengendalian Mutu

Keterangan

Pengendali Mutu

1.

Kualitas Mutu Desain

Kualitas mutu desain diukur dari style, warna, layout, ukuran, draft desain, dan hasil desain.

Creative Director atau

Head Designer.

2.

Kualitas Layanan Desain

Kualitas layanan diukur dari adanya kesesuaian approval desain awal dan hasil akhir.

Creative Director atau

Head Designer.

Pengembangan Usaha

Pengembangan usaha Desain Grafis / Desain Komunikasi Visual sangat beragam dikarenakan keterkaitannya dengan bidang lain.

No.

Strategi

Keterangan

Layanan

1.

Generalis

Merupakan pengembangan usaha dengan memberikan semua layanan jasa desain yang dibutuhkan oleh konsumen.

Jasa desain Integrated Marketing Communication yang sekaligus memberikan layanan bidang periklanan, cetak, fotografi, animasi, desain laman, dll

2.

Spesialis

Merupakan pengembangan usaha dengan memberikan layanan jasa desain yang berfokus pada layanan tertentu.

Jasa yang terfokus pada satu pekerjaan desain grafis, misalnya desain outdoor, desain branding, , mobile app material, atau khusus pada